Life

Vladimir Stoijkovic: Dicintai Sekaligus Dibenci Serbia

Vladimir Stoijkovic ingat betul insiden marahnya suporter Red Star Belgrade saat menyerbu latihan timnas Serbia yang tujuannya tak lain adalah untuk melukainya. Masih segar diingatannya.

“Mereka melempari bus dengan batu dari kedua arah,” kenangnya. “Rekan setimku menyuruhku untuk berdiri di tengah-tengah bus tetapi entah bagaimana mereka berhasil menghancurkan pintu dan masuk ke dalam. Mereka muncul di kebulan asap dengan suluh di tangan mereka dan mencariku. Beruntung aku diselamatkan teman-temanku. Dejan Stankovic melompat di depanku, dan Nikola Zigic mengikutinya. Para fans menghormati mereka berdua. Mereka adalah legenda Red Star. Begitulah akhirnya. Tapi salah satu dari mereka hanya berjarak beberapa inchi untuk menangkaku.”

Insiden itu terjadi pada 2010 sebelum Serbia bertanding di kualifikasi Euro melawan Italia di Genoa. Alasannya, Stoijkovic baru saja bergabung dengan rival abadi Red Star Belgrade, Partizan Belgrade.

Stoijkovic tampil gemilang pada musim 2005/2006 bersama Red Star sebelum bergabung dengan Nantes di akhir musim. Kala masih belia, Stoijkovic pernah berujar “Aku tidak akan bergabung dengan Partizan walaupun dengan semua uang di dunia ini. Ketika kau membenci sesuatu itu menjadi mudah. Darahku merah dan putih.”

Sekalipun ucapan itu bersamaan dengan fakta bahwa dia menjadi sesorang yang dihormati di Red Star dan dicintai di antara seluruh Delije, kepidahannya ke Partizan (sekalipun pinjaman dari Sporting Lisbon) dianggap sukar diterima. Tetapi jika para suporter yang menyerangnya itu beranggapan dia akan berhenti bermain untuk timnas Serbia, mereka salah.

“Mereka pikir aku tak akan bermain lagi. Namun setelah kejadian itu aku menjadi lebih bertekad untuk membuktikan mereka telah salah. Begitulah ketika “kaos” muncul di pikiranku,” ucap Stoijkovic, mengecu momen di mana ia membuat lebih geram suporter Red Star dengan menyingkapkan kaos yang bertuliskan pesan “Mohon maaf atas masa laluku yang buruk”. Itu terjadi pada laga Eternal Derby anatara Red Star dan Partizan, kurang dari dua minggu setelah insiden di Genoa.

Karir internasionalnya — hampir menjadi mimpi buruk — dimulai pada tahun 2006. Sempat menjajikan tampil di laga-laga awal bersama Nantes, kemudian ia mengalami penurunan performa dan hijrah ke klub Belanda Vitesse, dan kembali gagal membuktikan kualitasnya. Sampai pada kala klub raksasa Portugal, Sporting Lisbon menawarinya kontrak lima tahun. Namun giliran cedera yang memaksanya memberi kiper muda Rui Patricio, untuk menempati posisinya dan terusir ke Getafe, Wigan Athletic sebelum takdir membawanya kembali ke Serbia.

Stojkovic bergabung dengan Partizan dengan status pinjaman sebelum fase grup Liga Champions pada 2010, dan kepindahan itu menjadi permanen setahun kemudian. Stojkovic menjalani misi pribadi ketika ia tiba di Partizan. Tidak bugar dan waktu bermain yang sedikit, hingga timbul pemikiran yang menyarankan “sementara menjauh dari tim nasional”, bisa dibilang itu momen yang paling tidak tepat, sebagaimana Serbia sedang bersiap untuk kualifikasi Euro 2012.

Dia menuju Piala Dunia 2018 dengan modal pemain terbaik Serbia 2017, mennyingkarkan kandidat kuat seperti gelandang Manchester United Nemanja Matic, dan gelandang Southampton, Dusan Tadic dan mengemaban rekor sebagai kiper berpenampilan terbanyak sepanjang masa bagi timnas Serbia.

Mungkin penghargaan itu bisa menjadi motivasi yang cukup untuk penjaga gawang Partizan tersebut guna membalas siapa saja yang terus menghakiminya dengan kesuksesan.

“Penjaga gawang memiliki pekerjaan 80% lebih sulit daripada pemain lain di lapangan,” kata Stojkovic. “Kami penjaga gawang melawan 20 pemain di lapangan. Gawang adalah satu-satunya teman Anda. Dan Anda harus terjatuh dengan kepala yang pertama di mana yang lainnya tak mau menggerakan kaki mereka. Tidak ada yang melindungi punggung Anda. Tidak ada orang selain tiang gawang. ”

nb: Serbia gagal lolos dari babak penyisihan grup Piala Dunia, setelah hanya sekali menang melawan Kosta Rika, kalah dengan Brasil serta kekalahan dramatis 2–1 dari Swiss.

Leave a Reply

Pin It on Pinterest

Share This

Share this post with your friends!