Life

Mahasiswa Unand Membuat Inovasi Baru Terkait Teknologi Pertanian

Padang (15/07), Mahasiswa Unand jurusan Teknik pertanian membuat irigasi cincin dalam ruangan dengan bantuan cahaya LED dan pembangkit listrik tenaga surya, Irigasi cincin diperlukan sebagai alat untuk merembeskan air pada tanaman dengan debit yang kecil di daerah perakaran tanaman bertujuan menjaga kelembaban tanah dengan media yang berbentuk cincin sebagai emiter.

Dimensi cincin tergantung pada luas daerah perakaran tanaman dan dari hasil analisis konduktivitas emiter. Jenis material cincin yang digunakan memberikan peranan penting dalam mengendalikan laju air irigasi ke dalam tanah, terutama pada karakteristik konduktivitas hidrolikanya.

Fikri Dinegoro Ketua Kelompok mengatakan, “Material yang digunakan adalah bahan yang porus, dapat berupa bahan keramik seperti irigasi kendi ataupun dari bahan tekstil yang memiliki tingkat peneabilitas tertentu agar mampu rembesan air yang menyebar di seluruh permukaan cincin dan mempertahankan kelembabap tanah”

Lampu LED merupakan salah satu sumber cahaya yang bisa digunakan untuk memanipulasi cahaya matahari terhadap tanaman. Kualitas cahaya sangat penting ketika menggunakan cahaya buatan untuk tumbuh tanaman. Sumber cahaya yang dihasilkan oleh lampu LED dapat memepertahankan fotositensis. Lampu LED dapat memancarkan warna cahaya yang dapat mempercepat proses fotositensis.

Warna biru untuk fase vegetatif dan warna merah untuk fase generative. Pembangkit Listrik Tenaga Surya adalah (PLTS) adalah alat konversi energi yang mengubah energi dari cahaya matahari menjadi energi listrik melalui panel surya yang diteruskan ke charge control dan mengubah arus DC dari charge control menjadi arus AC oleh Inverter.

Irigasi cincin yang berguna sebagai alat merembeskan air pada tanaman dengan debit yang kecil di daerah perakaran tanaman dan menjaga kelembaban tanah dengan media yang berbentuk cincin sebagai emiter. Diameter dari emiter yaitu 20 cm yang terdiri dari selang benang 5/8 inch sepanjang 60 cm dan selang benang inch yang disambungkan hingga membentuk cincin dan memiliki lubang outlet sebanyak 5 dengan diameter lubang 5 mm dan lubang inlet dengan ukuran 7 mm pada bagian atas selang inch.

Emiter yang telah memiliki lubang outlet dan Inlet dilapisi dengan kain flannel. Tempat mengalirnya air menuju inlet pada emiter cincin berasal dari pipa pvc yang dipasang di dinding ruangan. Pipa Pvc ini memiliki lubang outlet sebanyak 5 dengan diameter 7 mm dengan jarak perlubang 20 cm yang dilengkapi selang bening dengan diameter 7mm dan panjang 60 cm.

Lampu LED atau Growing Light merupakan sumber cahaya yang bisa digunakan untuk memanipulasi cahaya matahari terhadap tanaman. Instalasi lampu LED terdiri dari lampu neon LED 18 Watt sepanjang 124 cm, kabel sepanjang 2 m, saklar, steker dan siku-siku. Siku-siku terdiri atas dua buah yang dipasang pada dinding dengan jarak antara siku-siku 120 cm. Pemasangan lampu neon LED pada siku-siku dilakukan dengan memasang penyangga lampu neon LED terlebih dahulu.

Pembangkit Listrik Tenaga Surya terdiri dari Panel surya 50 wp, solar controller, Inverter dan Aki 20 Ah. Tahap perangkaian dilakukan dengan menyambungkan panel surya dengan solar controller menggunakan kabel. Solar Controller disambungkan dengan kabel ke aki 20 Ah. Aki yang telah tersabung dengan solar controller disambungkan dengan inverter dan stop kontak.

Pengujian irigasi cincin, lampu LED dan PLTS dilakukan di dalam ruangan. Tahapan pengujian dilakukan dengan penanaman tanaman yang layu di dalam pot yang terdapat emiter cincin di dalam tanah. Kemudian dilanjutkan dengan menghidupkan lampu LED. Perembesan air ke irigasi cincin dilakukan dengan bantuan pompa aquarium yang dihidupkan selama 10 detik/hari. Pengujian dilakukan selama empat hari, hasil yang didapatkan tanaman kembali subur.

Fikri mengatakan potensi akhirnya untuk, Perancangan dan Pembuatan Irigasi Cincin dalam Ruangan dengan Bantuan cahaya LED dan Pembangkit Listrik Tenaga Surya memiliki potensi hasil yang mampu merembeskan air pada tanaman dengan debit yang kecil di daerah perakaran tanaman akan menjaga kelembaban tanah untuk mengantisipasi kekeringan pada tanah yang dibantukan kecanggihan dari pembangkit listik tenaga surya yang mampu mengubah energi cahaya menajdi energi listrik dapat berguna untuk menghidupkan lampu LED.

Lampu LED sangat bermanfaat untuk memanipulasi cahaya matahari terhadap tanaman. Potensi hasil utama ialah memberikan ide solutif bagi perkembangan teknologi pertanian yang berkelanjutan. (RA)

Leave a Reply

Pin It on Pinterest

Share This

Share this post with your friends!