Life

Surat cinta untuk Shafiq Pontoh dari Imam Besar Jamaah Galau Kota Ambon.

Kepada yang terkasih Shafiq Pontoh di manapun kau berada. Semoga surat ini mendapatimu dengan keadaan sehat walafiat.

Saya memulai hari ini dengan berita-berita viral tentangmu di social media, tentunya berita ini takkan pernah sampai kepada saya yang tinggal di Kota Ambon jika pengguna social media di Ambon masih gagap teknologi seperti yang kau katakan.

Sejujurnya saya cukup tergelitik dengan perbincangan kalian di Kompas TV, terlebih lagi dengan statement anda tentang anak muda Ambon yang tak mengenal sosial media yang mana kesimpulan tersebut anda ambil dari hasil survey terhadap anak muda Ambon, sekiranya jika saya boleh bertanya anak muda Ambon mana yang anda jadikan sampel sehingga kesimpulan akhirnya seperti yang anda sampaikan di layar TV nasional dengan penonton nasional pula tentunya.

Tulisan ini juga mewakili kegalauan jamaah saya yang juga ikut galau karena statement anda tidak sesuai dengan realitas yang terjadi di kota yang manis ini, betapa tidak saat ini di kota kami sedang marak-maraknya perang melawan arus berita hoax, dan anda sebagai seorang pakar multimedia (katanya) memberikan berita hoax yang tidak cukup lucu untuk menjadi bahan lawakan bagi kami di hari raya qurban yang mubarak ini.

Siang ini ketika saya sedang menikmati secangkir kopi di salah satu rumah kopi di kota ini, saya melihat permintaan maaf anda dibagikan oleh pengguna sosial media Kota Ambon yang kebanyakan pemuda (sekali lagi saya tekankan jika saja kami gagap dalam bersosial media bagaimana mungkin permintaan maaf anda dapat kami dengar secepat ini?).

Saya mengapresiasi permintaan maaf anda namun tentu tak dapat begitu saja melupakan kata-kata yang terlanjur keluar dari mulut anda dan masih dapat jelas dilacak rekam jejak digitalnya.

Sebagai penutup surat cinta ini saya ingin memberitahukan kepada anda bahwa generasi muda Kota Ambon saat ini sedang sibuk membangun dan meluruskan imajinasi bangsa ini yang begitu jadul dan prematur terhadap wajah Maluku, terutama pandangan-pandangan streotip tentang ketertinggalan yang selalu dilekatkan kepada orang timur yang sialnya terus menerus dinarasikan oleh orang-orang semacam anda.

Mulutmu menentukan kualitas hidupmu, setidaknya kami warga muda Kota Ambon dapat melihat jelas kualitas hidup anda dari apa yang anda telah katakan mengenai kami.

Dengan penuh kasih,

Imam Besar Jamaah Galau Kota Ambon.

Leave a Reply

Pin It on Pinterest

Share This

Share this post with your friends!